MENGHIDUPKAN HARI DI BULAN RAMADHAN

MENGHIDUPKAN HARI, MEMULIHKAN JATI DIRI

Detik demi detik dari perjalanan hari-hari di bulan suci ini terus
beranjak meninggalkan kita. Menyisakan sebuah tanda tanya besar yang
semakin sulit untuk kita jawab; Adakah roda waktu yang terus berjalan
itu telah betul-betul kita gelindingkan dengan irama pembersihan jiwa,
menuju terminal jati diri yang mencerminkan fitrah dan hakekat kita
sebagai hamba Allah yang bernyawa? Adakah taman nurani ini telah
betul-betul kita siram dan kita semai tanamannya sehingga kembali bisa
hidup dengan penuh kesegaran? Adakah hari-hari Ramadhan yang semakin
cepat berlalu ini telah membangkitkan hati kita dari kegersangan dan
kelelapan tidur panjang? Hanya lubuk batin kita yang bisa menjawabnya.

Manusia adalah perpaduan hidup dari badan yang bersenyawa dengan jiwa.
Unsur jasmani dengan rohani dalam diri seorang manusia dikendalikan
oleh sang raja yang bernama hati. Di hati inilah berpusat segala
fikiran, perasaan, dan keinginan manusia. Segala anggota badan dari
jasad jasmani adalah tentaranya. Semua harta benda dan barang milik
duniawi adalah kekayaannya. Dan segenap pengetahuan, aktivitas akal,
serta kesan rohani adalah pancaran dari benih-benih pandangan dan
kemauan yang tumbuh bersemai di dalamnya. Hati kita, adalah raja dari
segala yang kita punya.

Tapi hati tak selamanya hidup dengan sentausa. Ada kalanya ia
terserang oleh penyakit dusta atau keingingan yang durjana. Ada
kalanya ia justru mati dan terkubur oleh pekatnya dosa yang terus
menerus menggoreskan noda dalam putih cahayanya. Dan adakalanya,
bangkai hati yang telah lama terkubur ini malah menumbuhkan
pohon-pohon kedurhakaan yang dari tangkai-tangkainya tersembur
butiran-butiran syetan, yang siap menelusup ke dalam jiwa manusia lain
untuk kemudian menggerogoti kesehatan hatinya. Karenanya, Rasulullah
saw. menegaskan, “Idzaa shalahat, shalahal jasadu kulluhu. Wa idzaa
fasadat fasadal jasadu kulluhu” (jika jantung-hati itu rusak, maka
rusaklah seluruh jasad; dan jika jantung-hati itu sehat, maka sehatlah
seluruh jasad).

Tapi dengan apa kita bisa membuat hati ini menjadi terus hidup dalam
segala kesegarannya? Tak ada jawaban lain, kecuali “dengan
dzikrullah”. “Alaa bidzikrillaahi tathmainnul quluub”. Hanya
dzikrullah yang mampu membuat sebongkah hati menjadi terus hidup dan
menumbuhkan pohon ketenangan, ketentraman, kedamaian, keshalehan,
keikhlasan, serta ketakwaan. Hanya dzikrullahlah yang mampu
membersihkannya dari karat-karat noda atau membangkitkannya dari tidur
panjang dan kematian. Dzikrullah adalah inti dari segala lembaran
aqidah dan semua amalan ibadah. Dzikrullah, adalah tujuan dari
diciptakannya setiap manusia dan seluruh makhluk di alam raya.
Dzikrullah, adalah satu-satunya jalan untuk memulihkan jati diri serta
mengantar jiwa kita agar bertaubat dan berpulang kepada Sang Pencipta.
Dzikrullah, adalah surga kita di dunia.

Menuju ke penghujung bulan ini, hati kita akan disambut oleh Lailatul
Qadar. Lailatur Qadar adalah malam istimewa yang merupakan momen
digariskannya cetak biru kehidupan untuk satu tahun ke depan. Lailatul
Qadar adalah malam perayaan untuk hati dan jiwa kita yang mesti
dipadati oleh dzikir dan ibadah. Tapi tak ada kita yang tahu kapan
tepatnya malam ini akan berlabuh. Sebab meskipun kita tahu bahwa ia
ada di malam ganjil pada sepertiga yang terakhir, para ulama pun tak
mampu memastikan apakah itu ganjil mimmaa madhaa dari awal bulan,
ataukah ganjil mimma baqiya dari akhir bulan. Juga tak ada yang bisa
memastikan, bahwa umur kita akan mampu merangkulnya. Maka tak ada
jalan lain, kecuali membuat setiap detik kita di hari-hari ini,
sebagai detik yang paling istimewa bagi seluruh fase perjalanan hati
kita. Tak perlu menunggu lagi.. Segeralah menghidupkan hati! Segeralah
memulihkan jati diri!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: